CARA MUDAH BUAT LAMPU LED DISCO SEDERHANA

Bismillahirrohmanirrohim...

Untuk mendengarkan musik tidak lengkap rasanya tanpa ada kelap-kelip lampu disconya.apalagi kalau musiknya anak zaman sekarang,ngak ada musik yang slow brow..

Kali ini hobiku elektronik akan berbagi pengalaman ilmu tentang cara buat lampu disconya.Gampak kok komponen juga sedikit karena ini adalah rangkaian lampu sederhana.


lampu ini berfungsi apabila speaker sudah berbunyi atau bisa dibilang ngikuti bass gitu.Baiklah sobat siap kan bahanya seperti dibawah ini :

- LED sebanyak 6 pcs sesuai kebutuhan
- resistor 100 ohm
- resistor 1,8 ohm.

Apabila bahanya sudah selesai dilengkapi saatnya proses perakitan.
Susun lampu led secara paralel atau gabung semua kaki positif lampu led,begitu juga dengan kaki negatifnya.
Untuk keluaranya pasang resistor yang 100 ohm di kaki positif led dan resistor 1,8 ohm di kaki negatif led.fungsi resistor disini sebagai hambatan arus supaya led tidak mudah putus pada saat volume kita besarkan.


Pasang kabelnya supaya mudah dalam pengetesan.
Masukan kedua kabel lampu led ke input belakang speaker,terbalik ngak ada masalah.Sekarang tes dengan suara perlahan dahulu.Sekarang coba menghidupkanya dengan ikuti dengan ada lagunya.
Hidupkan lagu coba besarkan volumenya perlahan lihat led sudah hidup kelap-kelip ngikuti irama musik.

Berarti kita sudah berhasil dalam perakitan lampunya.

Lampu led berjalan atau running led lihat DISINI dan lampu variasi led plip-plop yang tentunya juga keren DISINI.

Sekian dulu ya sobat untuk kali ini jika ada waktu kita sambung lagi.

Semoga bermanfaat...

KOMPONEN RESISTOR DAN CARA MENGUKURNYA

Assalamualaikum..

Pembahasan kali ini hobiku elektronik akan berbagi tentang cara pengukuran komponen elektronika yaitu resistor.Komponen satu ini pasti ada kita jumpai di setiap rangkaian elektronik,baik itu pada tv,speaker aktif,dvd dan alat elektronik lainya.

DIODA DAN CARA MENGUKURNYA

TRANSISTOR DAN CARA MENGUKURNYA

CAPASITOR DAN CARA MENGUKURNYA

Fungsi dari resistor itu sendiri adalah sebagai hambatan arus pada suatu rangkaian elektronik.Besar kecilnya hambatanpun tergantung berdasarkan warna yang ada pada bodi resistor tersebut.Jadi kalau mau mengukur resistor kita harus tahu dahulu tentang pengkodean warna resistor.
Dibawah ini diuraikan nilai-nilai dari warna yang terdapat pada badan resistor.


Untuk lebih mudah biasanya saya menghafal warnanya seperti ini : Hi,Cok,Me,O,Ku,Hi,B,U,A,P.
Emas dan perak untuk toleransinya.

0.Hi          = hitam        -> x 0
1.Cok       = coklat         -> x 10
2.Me        = merah        -> x 100
3.O           = orange       -> x 1.000
4.Ku         = kuning       -> x 10.000
5.Hi          = hijau          -> x 100.000
6.B            = biru           -> x 1.000.000
7.U            = ungu         -> x 10.000.000
8.A            = abu-abu    -> x 100.000.000
9.P             = putih      -> x1.000.000.000
Emas  5%
Perak 10%

- Resistor dengan 4 gelang warna
Pedoman..
Warna pertama dan kedua adalah nilai,warna ketiga adalah pengkalinya dan warna keempat adalah toleransi.
Kita contohkan warnanya :
Merah-coklat-merah-emas
     2     -     1   x      100 toleransinya 5%
Jadi nilai resistor merah,coklat,merah,emas adalah 21x100 = 2100 ohm atau 2,1K toleransi 5%.

Pengukuran dengan multi tester :
Putar multi di skala x100.
Hubungkan probe merah dan hitam multi di kaki resistor maka jarum multi akan menunjukan angka 21 bisa lebih dan bisa kurang tidak pas.kenapa bisa tidak pas itulah maksud toleransi tadi.tapi apabila angka di multi melesat jauh atau mentok ke kanan bisa jadi resistornya rusak atau bocor.
Untuk lebih pastinya bisa sobat praktekkan sendiri.

- Resistor dengan 5 gelang warna
warna pertama,kedua dan ketiga adalah nilai.warna keempat pengali dan warna kelima adalah toleransi.cara mengukurnya sama saja dengan yang diatas.

Nah sekian dulu ya sobat tentang pengukuran resistornya dan semoga dapat menambah wawasan kita tentang dunia elektronika.

Semoga bermanfaat.
Terima kasih...


KOMPONEN CAPASITOR DAN CARA MENGUKURNYA


Kesempatan kali ini hobikuelektronik ingin berbagi tentang komponen elektronik yaitu capasitor.Untuk fungsinya akan dibahas dilain kesempatan ya sobat.

Untuk komponen capasitor memiliki beberapa jenis,baik itu dari bentuknya,bahan dibuatnya sampai kepada fungsinya.Tentunya sesuai dengan kebutuhan rangkaian elektronika.
Capasitor itu bisa menyimpan arus listrik didalamnya,jadi apabila ingin melakukan pengukuran capasitor harus hati-hati ya,contohnya saja capasitor di power tv tabung.
Langkah ini dilakukan jika tv tersebut baru beroperasi atau kita hidupkan.Jadi sebelum diukur buang dulu arus yang tersimpan pada capasitor tersebuy dengan cara shortkan kedua kaki capasitor pada sebuah alat elektronik lainya.Lihat gambar disini saya menggunakan solder sebagai pembuang arus dari capasitor.


Pada kaki capasitor juga memiliki perbedaan khususnya capasitor polar.Satu kaki untuk yang negatif dan satu kaki lagi untuk yang positif.Sama juga dengan komponen DIODA DAN CARA MENGUKURNYA

Langsung ke cara mengukurnya:
- probe merah multi +
- probe hitam multi  -

Tempelkan probe merah ke sembarang kaki capasitor dan probe hitam ke kaki yang satunya,jarum multi bergerak kekanan dan kembali ke nol ( capasitor bagus ).

Tapi apabila jarum bergerak kekanan dan tidak kembali ke nol atau tidak bergerak kekanan sama sekali ( capasitor rusak ).

Semoga bermanfaat.
Terima kasih...

KOMPONEN DIODA DAN CARA MENGUKURNYA

Assalamualaikum...


Kali ini hobiku elektronik akan memberikan pengenalan tentang apa saja komponen elektronik itu dan cara mengukurnya menggunakan multi meter.multi yang kita gunakan disini adalah multi analog.


Inilah beberapa jenis komponen elektronik :

- DIODA
CAPASITOR
TRANSISTOR
RESISTOR
- IC
- POTENSIO
- dll

Langsung kita masuk ke komponen yang pertama ;

- DIODA
Fungsi dari komponen ini adalah sebagai penyearah tegangan dari negatif ke positif dan bukan sebaliknya.
Pada kedua kaki komponen dioda memiliki perbedaan.Satu kaki untuk yang positif dan kaki satunya lagi yang negatif.
Untuk menentukan positif dan negatif pada kaki dioda bisa dilihat dari fisiknya.Setiap komponen dioda memiliki gelang untuk kaki negatifnya.lihat gambar.
Jadi kita bisa tahu kalau pada kaki ada gelanngya itu berarti kaki yang negatif dan kaki yang tidak memiliki gelang adalah yang positif.


Tahap selanjutnya adalah pengukuran komponen dioda :
Cara mengukur kerusakanya..

* probe merah multi +
* probe hitam multi -

Langkah pertama
Sambungkan probe merah multi ke kaki negatif dioda,dan probe hitam multi ke kaki positif dioda.Perhatikan jarum multi bergerak kekanan dan berhenti pada suatu angka.Selanjutnya

Coba kebalikanya dari langkah yang diatas jarum multi tidak bergerak ( DIODA BAGUS ).tapi kalau jarum multinya bergerak berarti ( DIODA RUSAK/SHORT )

Sekian dulu sobat tentang cara pengukuran komponen dioda semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang service elektronik.

Semoga membantu
Terima kasih.